February 9th, 2010 at 12:21 pm - Visited 9 times, 1 so far today
Lerak (terutama Sapindus rarak De Candole, dapat pula S. mukorossi) atau dikenal juga sebagai rerek atau lamuran adalah tumbuhan yang dikenal karena kegunaan bijinya yang dipakai sebagai deterjen tradisional. Konon katanya, jauh sebelum ada deterjen, nenek moyang kita mencuci dengan biji lerak. Batik biasanya dianjurkan untuk dicuci dengan lerak karena dianggap sebagai bahan pencuci paling sesuai untuk menjaga kualitasnya (warna batik).
Tumbuhan lerak berbentuk pohon dan rata-rata memiliki tinggi 10m walaupun bisa mencapai 42 meter dengan diameter 1m, karenanya pohon lerak besar dengan kualitas kayu yang setara kayu jati banyak ditebang karena memiliki nilai ekonomis. Bentuk daunnya bulat-telur berujung runcing, bertepi rata, bertangkai pendek dan berwarna hijau. Biji terbungkus kulit cukup keras bulat seperti kelereng, kalau sudah masak warnanya coklat kehitaman, permukaan buah licin dan mengkilat.
Biji lerak mengandung saponin, suatu alkaloid beracun, saponin inilah yang menghasilkan busa dan berfungsi sebagai bahan pencuci, dan dapat pula dimanfaatkan sebagai pembersih berbagai peralatan dapur, lantai, bahkan memandikan dan membersihkan binatan peliharaan. Kandungan racun biji lerak juga berpotensi sebagai insektisida. Kulit buah lerak dapat digunakan sebagai wajah untuk mengurangi jerawat dan kudis.
Dari beberapa info di atas jelas biji lerak sangat ramah lingkungan, karena berasal dari tumbuhan alami tanpa bahan kimia, bahkan berpotensi menyelamatkan bumi dari pemanasan global (global warming).
JANGANKAN melihat sosok tanaman yang makin langka, melihat buah lerak pun jarang dialami generasi muda sekarang. Ya, tanaman dan buah lerak benar-benar menjadi keunggulan yang terlupakan di negerinya sendiri.
Dahulu kala biji lerak tidak hanya digunakan untuk mencuci kain batik saja, tetapi untuk mencuci kain biasa, membersihkan keris, kerajinan dari kuningan, atau perhiasan dari emas.
Memang, lerak masih digunakan beberapa perajin batik di Pekalongan, Solo, maupun Purwokerto. Tetapi sebagian besar penggemar batik lebih memercayakan pencucian kain khas itu ke laundry yang memiliki fasilitas dry cleaning; tak mau lagi melirik ke buah lerak!
Tapi jangan kecil hati dulu gan, seperti yang sudah saya ungkapkan di atas, ternyata sudah mulai bermunculan prosdusen-produsen yang menggunakan buah/biji lerak sebagai bahan baku utamanya. Mereka membuat produk-produk berbahan lerak, mulai dari sabun wajah, sabun cuci pakaian (nondeterjen), obat nyamuk, shampoo pencuci batik, dan lain-lain. Sebagian produk ini dijual melalui online store, tetapi banyak pula yang tersebar di sejumlah toko, minimarket, dan supermarket.
Beberapa daerah penghasil lerak terbesar di Indonesia adalah Kediri, Banten, dan Madura. Setiap bulan Kediri mampu mengirim tiga ton (hasil produksi hutan-hutan setempat) ke berbagai industri. Kediri bahkan sanggup memasok enam ton lagi setiap bulan!
Sebenarnya kita juga bisa memanfaatkan lerak untuk keperluan (keluarga) sendiri. Misalnya, untuk mencuci pakaian batik. Keringkan buah lerak, kemudian ditumbuk halus dan dicampur air hangat. Larutan ini dapat digunakan untuk merendam batik selama semalam. Pencucian kain batik dengan ekstrak buah lerak terbukti mampu mempertahankan kualitas kain seperti saat dibuat.
Lerak juga bisa digunakan untuk mencuci pakaian biasa, bahkan membuat pakaian lebih awet karena tidak mengandung bahan-bahan deterjen. Masukkan 3-5 buah lerak ke dalam empat gelas air panas, lalu diremas-remas sampai muncul saponin atau buih-buih alami. Campurkan cairan saponin itu ke tempat cucian yang sudah diisi air. Saponin ini bekerja sebagai surfaktan, yang membuat air cucian lebih basah. Akibatnya, saponin mudah masuk ke dalam serat-serat kain yang dicuci, mengikat kotoran yang melekat, dan melepas kotoran tadi dari kain cucian.
Lerak juga bisa digunakan dalam mesin cuci. Caranya, masukkan 3-5 buah lerak ke kantong kain yang tersedia, lalu dimasukkan ke dalam mesin cuci. Hindari penggunaan deterjen, bahan pengharum (fragrance), maupun pelembut (softener). Atur suhu air pada keadaan dingin/sedang dengan putaran normal, lalu mulailah mencuci. Agar bekerja efektif dan optimal, usahakan lerak dapat bersirkulasi secara bebas dan tidak terjebak dalam lipatan kain berukuran besar (misalnya seprai). Untuk mengharumkan pakaian, Anda dapat menambahkan beberapa tetes essential oil yang disukai. Jika menggunakan mesin cuci, buah lerak dapat digunakan untuk tiga kali pemakaian.
Untuk membersihkan peranti dapur, hancurkan lima buah lerak menggunakan palu atau diiris-iris dengan pisau. Lerak yang hancur ini diseduh dengan 300 ml air panas. Biarkan hingga dingin, kemudian disaring. Larutan yang tersaring merupakan konsentrat saponin dari lerak, dan dapat digunakan untuk membersihkan berbagai peranti dapur, lantai, keris, dan barang kerajinan lainnya.
Biopestisida Saponin termasuk dalam bioinsektisida (pembasmi nyamuk alami) dan biopestisida (pembasmi hama). Untuk membasmi nyamuk, termasuk Aedes aegepti, bahan yang diperlukan hanya buah/biji lerak serta etanol 90 %. Buah dan biji dikeringkan, kemudian ditumbuk halus hingga menjadi serbuk. Larutkan 10 gram serbuk lerak ke dalam 100 ml etanol 90%. Jika Anda mau membuat 1 liter, berarti takaran serbuk 100 gram (1 ons). Cairan hasil ekstraksi ini dapat dipakai untuk mengendalikan jentik nyamuk, mematikan nyamuk dewasa, dan bersifat sebagai repelen yang dapat mencegah kehadiran nyamuk.
Untuk mencegah demam berdarah, cukup dicampurkan ke dalam bak. Kalau mau digunakan untuk mencegah dan mengusir nyamuk, tuangkan larutan ke dalam sprayer yang banyak dijual di pasaran.


ini yang udah kemasan gan (bukan promosi, hanya sekedar info):


bnr kan gan, buah/biji lerak memiliki banyak potensi, khususnya untuk menyelamatkan bumi dari pemanasan global. harusnya produsen2 deterjen modern memproduksi produk deterjennya menggunakan biji lerak ya gan…
mangap klo
maklum newbie nih… ![]()



