December 4th, 2009 at 11:57 am - Visited 44 times, 1 so far today
Hal ini saya alami sendiri (dan membuat saya menyesal tentunya. Mudah2an tidak saya ulangi lagi) serta oleh orang lain yang kejadiannya saya lihat sendiri dengan mata kepala saya sendiri. Dan yang akan saya ceritakan disini adalah yang saya lihat sendiri agar dapat dijadikan contoh bagi kita semua (kejadian yg saya alami sendiri biarlah hanya saya dan Tuhan yang mengetahuinya :>
Kejadiannya kemarin siang, Kamis 3 Desember 2009 sekitar pukul 12.40.
Saat itu saya tengah berbelanja di Swalayan Kampus di Jogja (nyari cemilan hehe). Setelah belanja selesai saya mengantri di kasir 1, kebetulan di depan saya ada 2 orang WNA yg juga mengantri untuk membayar belanjaan mereka (sepertinya WN Perancis kalau dilihat dari gaya bicaranya).
Saat giliran mereka tiba, si WNA 1 membayar belanjaannya terebih dahulu (mereka bayar sendiri2, maklum anak kost hehehe). Setelah WNA 1 selesai membayar, WNA 2 menyuruh temannya itu mengambil tas yg mereka titipkan. Baru ditinggal bicara sebentar tiba – tiba ada seorang ibu berseragam (seprtinya pegawai TU Fakultas setempat) menyalip di depan si WNA 2 dan membayar belanjaannya. Dan bodohnya, si pegawai kasir tetap melayaninya bukannya menyuruh si ibu itu u/ antri. Sontak si WNA 2 yang mengetahui hal tsb. langsung menegur si ibu, namun karena dia tidak bisa berbahasa Indonesia dia hanya bisa bisa berkata "Hei" dan mengangkat tangannya lalu menunjuk ke belakang antrian. Si ibu bukannya sadar, malah bilang "ya ya" dengan cueknya. Wow, hebat sekali ibu itu…sekaligus secara tidak langsung menunjukkan jeleknya kebudayaan kita -MALAS ANTRI-. Akhirnya si WNA 2 mengalah, tetapi ia berbicara kepada temannya dengan menunjukkan ekspresi kekesalannya. Temannya menunjukkan muka heran sambil berkata "Oui?"
Lama sekali ibu itu membayar belanjaan, mana menggunakan uang receh pula (berlembar – lembar uang Rp 1000). WNA 2 sudah berulang kali melihat jam tangannya (nampaknya ia terburu – buru, karena bangsa asing memang lebih menghargai waktunya). Bodohnya, uang si ibu kurang dan ia pun mengambil dulu sisa kekurangannya. Walhasil, WNA 2 yang sudah sangat kesal karena lamanya antrian (10-15 menit mungkin, karena saya juga melihat jam tangan saya) belanjaan yang dibawanya ia lemparkan ke meja dan ditinggal pergi dengan ekspresi marah.
Setelah tiba giliran saya tiba, saya hanya bisa bilang "Mas, si mister tadi marah tau. Orang si ibu nyerobot kok didiemin aja." Eeeeh, bukannya menanggapi dengan baik, si penjaga kasir cuma bilang "Ooooh".
Maaak…apa itu???bagaimana Swalayan itu bisa laku kalau pelayanannya saja seperti itu???
Saya pun malas untuk berbelanja kembali disana. Pelayanannya BURUK!!! Menanggapi komentar dengan cuek dan tidak berterima kasih.
Bagaimana kita bisa dianggap sebagai bangsa yang maju kalau di mata WNA tingkah laku kita seperti itu??? Bagaimana bisa seseorang bisa dihormati kalau di mata orang lain tingkah laku kita seperti itu???
Bukankah pepatah bilang One For All and All For One (Satu untuk semua dan semua untuk satu)??? Kalau satu saja sudah jelek, maka jelek pula semuanya.
================================================== ==================
Tulisan ini saya dedikasikan untuk bangsa Indonesia agar kita bisa terus maju di dunia internasional, juga sebagai pelajaran bagi saya, Anda, kita semua yang membacanya. Tidak ada maksud menjelekkan suatu nama.
Terima Kasih.
Salam dari saya, Momochi Zabuza



