Gosip Selebritis

Dark Light
Malaysia Sesungguhnya PARAH [CEKIDOT]

Visited 17 times, 1 so far today

Agan Agan Sekalian..
Tadi Ane Ngecheck facebook ane.. ehh.. temen malingshit ane ada ngepost link beginian ke status dia.. ane penasaran.. ya ane buka donk.. dan ternyata :najis :maho :maho
Malaysia telah terbukti rasis (soalnya selama ini ane gagal dapetin bukti mo nunjukin ke agan2).. dan mereka mengatakan bahwa

"Chinese is the Jews of ASIA"

yang artinya gan "CINA adalah Yahudi nya ASIA".. Statement yang cukup keras dan dijadikan "HEADLINE" oleh salah satu Media MASSA MALINGSIA sendiri.. mulai dari Suku sampe agama masuk..

Secara Islam dijadiin suku sama mereka.. ane juga islam.. dan ane dibuat panas ama mereka nih.. Cekidot dah beritanya dibawah gan :o

Ane bukannya Rasis ato sara gan, Ane Indonesia Asli.. dan ane ga suka ama yang namanya rasisme.. Ane skarang lagi Kuliah di Malingsia, Nyuri Ilmu mereka gan.. jadi ntar bisa dipake buat perang(kalo jadi) :ngakak

ini 100% TIDAK HOAX alias BENAR!!.. ane siap di :batabig: kalo ini HOAX..

oke deh cekidot … Original sama Translate nya ane pisahin dispoiler.. klik yang mana aja ente suka gan :Yb

Spoiler for ORIGINAL GAN (INGGRIS):
KUALA LUMPUR, Nov 27 — I am one of the privileged few to have attended a local public university and learned the meaning of hate, thanks to the ever popular Biro Tata Negara.

All undergraduates were forced to attend this programme or else they would not be eligible for graduation.

The BTN under the Prime Minister’s Department brought in “intellectual” speakers who were supposed to enlighten the students about the meaning of being a Malaysian but instead it felt more like a communist propaganda camp brainwashing those attending about the importance of “Ketuanan Melayu”.

The camp would usually take place during the weekends. Students would have to register early in the morning and the programme would last the whole day.

The organisers were always on their guard, asking participants to show their student identification cards each time they entered the hall, fearing the presence of outsiders.

During the lectures, questions were planted among the audience and the students were advised not to ask any other questions.

One speaker began with the history of Malaysia and how much the country had gone through, always emphasising the May 13 riots.

He stressed the point of how much the Malays had sacrificed and how the community should be united especially from outside threat — the Chinese community.

He said that the Chinese community were “the Jews of Asia” and were just itching to take over when Malays were disunited and broken.

The speaker also revealed a greater Chinese conspiracy where the Chinese Malaysians were working together with Singapore to topple the Malay government.

“Do you want to become like the Malays in Singapore?” he asked.

He also went so far as to criticise Malay girls for dating boys from other races.

He added that they should not be cheap and embarrass their families.

Once, a student told the speaker that as Muslims, we should also respect other races who are also Muslims.

“All Muslims are Malays so it does not matter if they are Chinese or Indians. If they are Muslims then they are Malays,” the speaker replied.

My friend was verbally abused during his sociology class when he did not agree with the points made by his lecturer.

“You must be DKK,” the lecturer told him.

“What is DKK?” he asked.

“You must be darah keturunan keling (descendents of Indians),” the lecturer said, pointing to his dark skin.

My Saudi friend was also shocked by the comments made by his lecturer in his Islamic civilisation class.

“We should save our Orang Asli from the Chinese people. They are like the Palestinians and the Chinese are Israel. We must fight the Jews,” the lecturer told his students.

The lecturer even failed one of his students in his oral exam when he quoted a Western scholar in his presentation.

“You should be ashamed of yourselves. You are a Muslim and should only use Islamic scholars,” he scolded the student.

I was personally saddened when my Islamic law lecturer compared Christianity to Head & Shoulder’s 3 in 1 shampoo in referring to the religion’s Holy Trinity.

I feel that racism has been institutionalised in our country and that BTN is only the tip of the iceberg.

Deputy Prime Minister Tan Sri Muhyiddin Yassin defended BTN yesterday and claimed that it was not racist but is line with the 1 Malaysia concept.

I have to humbly disagree and would like to suggest maybe the ministers should bring their overseas children home and let them have a taste of what BTN is.

Ini yang terjemahannya ane pake mbah google trus ane edit jadi bahasa indo 100%

Spoiler for nih gan terjemahannya:

KUALA LUMPUR, Nov 27 – saya adalah salah satu dari beberapa yang mempunyai hak istimewa untuk menghadiri sebuah universitas publik lokal dan mempelajari arti kebencian, berkat Biro Tata Negara yang pernah populer.

Semua sarjana dipaksa untuk mengikuti program ini atau kalau tidak mereka tidak akan memenuhi syarat untuk wisuda.

BTN di bawah Departemen Perdana Menteri membawa masuk pembicara "INTELEKTUAL" yang seharusnya untuk mencerahkan para mahasiswa mengenai arti menjadi seorang Malaysia. tapi rasanya lebih mirip perkemahan propaganda komunis dan mencuci otak peserta yang hadir tentang pentingnya "Ketuanan Melayu".

Pendaftaran dipagi buta, sedangkan perkemahan berjalan satu hari penuh

Penyelenggara selalu waspada,mereka meminta peserta untuk menunjukkan kartu identitas mahasiswa mereka setiap kali mereka memasuki ruangan, karena takut akan adanya orang asing yang masuk.

Selama kuliah, pertanyaan akan diberikan di antara para peserta dan para mahasiswa disarankan untuk tidak mengajukan pertanyaan lain.

Pembicaraan dimulai dengan sejarah Malaysia dan apa saja yang telah dilalui Malaysia, akan tetapi pembicaraan tentang kerusuhan 13 Mei selalu menjadi pembicaraan utama. ( Penjelasan : ini waktu Sarawak(kalimantan utara) sama Malaysia lagi bersitegang (perang antar suku cina vs melayu)

Dia menekankan beberapa poin tentang berapa banyak orang Melayu telah berkorban dan bagaimana masyarakat harus bersatu terutama dari ancaman luar (masyarakat Cina).

Dia mengatakan bahwa masyarakat Cina adalah "orang-orang Yahudi Asia" dan hanya ingin untuk mengambil alih negara ketika orang Melayu yang terpecah belah dan patah.

Para pembicara juga mengungkapkan persekongkolan yang lebih besar di mana cina cina Malaysia yang bekerja sama dengan Singapura untuk menggulingkan pemerintah malaysia.

"Apakah Anda ingin menjadi seperti orang Melayu di Singapura?" Ia bertanya.

Dia juga mengkritik Gadis Gadis Melayu yang berpacaran dengan yang tidak satu suku (Komentar: RASIS BANGET KETAUAN!!! SUKA SUKA ORANG DONK PACARAN :najis).
Dia menambahkan bahwa mereka tidak boleh menjadi perempuan murahan dan dapat membuat malu keluarga.

Pernah satu kali, seorang mahasiswa mengatakan kepada pembicara bahwa sebagai Muslim, kita juga harus menghormati ras lain yang juga Muslim.

"Semua muslim adalah Melayu sehingga tidak peduli apakah mereka adalah Cina atau India. Jika mereka adalah muslim maka mereka adalah orang Melayu, "jawab pembicara. (komentar ane : Yang ini Ane Marah banget.. Masa ISLAM dijadiin SUKU!)

Teman saya dilecehkan secara lisan selama kelas sosiologi ketika ia tidak setuju dengan poin yang dibuat oleh dosen.

"Kamu Ini DKK," kata dosen padanya.

"Apa DKK?" Ia bertanya.

"Kamu adalah darah keturunan keling (keturunan India)," kata dosen sambil menunjuk kulitnya yang gelap. (RASIS nya keliatan gan :ngakak)

Teman Saudi saya juga terkejut dengan komentar yang dibuat oleh dosen di kelas peradaban Islam.

"Kita harus menyelamatkan Orang Asli kami dari orang-orang Cina. Mereka seperti orang Palestina dan orang Cina Israel. Kita harus melawan orang-orang Yahudi, "kata dosen kepada murid-muridnya.

Bahkan dosen menggagalkan salah seorang mahasiswa dalam ujian lisan ketika ia menjadikan seorang sarjana Barat referensi dalam presentasinya.

"Kau seharusnya malu pada diri sendiri. Anda adalah seorang Muslim dan seharusnya hanya menggunakan ulama Islam, "ia memarahi mahasiswa.

Secara pribadi saya sedih ketika hukum Islam dibandingkan Kristen dengan sampo Head & Shoulder’s 3 in 1 dalam agama merujuk pada Tritunggal Suci.

Aku merasa bahwa rasisme telah meluas di negara kita dan bahwa BTN hanyalah ujung puncak gunung es. (Penjelasan ane: Ujung puncak gunung es (Ice berg) Ingat titanic?? gunung esnya hanya keliatan ujungnya doank kan gan sisanya ada didalem aer tenggelam??.. maksudnya juga sama.. Artinya.. BTN itu cuman sedikit dari BANYAK RASISME DI MALAYSIA)

Wakil Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin membela BTN kemarin dan menyatakan bahwa itu bukan rasis tetapi sejalan dengan konsep malaysia 1. (1 MALAYSIA TAPI RASIS GIMANA MAU MAJU!! :maho)

Nah Gan :beer: terbukti sudah :ngakak
semoga ini bisa menahan sedikit gentarnya isu isu tentang jeleknya INDONESIA dari malingsia..

Dan menahan HOAXnya KASKUSER MALINGSHIT yang bernama MALAYSIANA < :fuck: itu ID gan..

dibaca dengan seksama.. dan kita berdoa aja gan.. moga moga Indonesia ngga jadi seperti itu.. :beer:

Salam Dari Ane yang berada di Malingsia gan.. Doa’in ane Selamat Survival di sini ya gan!! :beer: :iloveindonesia:iloveindonesia

Kalo ente suka.. Cendolin ane gan :cendolbig:
Kalo ga suka.. Silahkan di Bata gan.. tapi kasian donk ane gan.. :( udah cape cape terjemahin edit dan lain lain.. serta memberikan informasi yang waow untuk agan2 sekalian :D

nih TKP nya gan:

No comments currently exist for this post.
Leave a Reply:



[+] kaskus emoticons nartzco

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.


Berlangganan Via Email

Masukkan alamat email anda:

Yang Masih Hangat Latest Comments Top Posts of the Day Statistik