November 25th, 2009 at 12:14 am - Visited 8 times, 1 so far today
panda di China/china-panda.com
Sebuah fasilitas penelitian bagi panda di baratlaut China, melarang pengunjung menyaksikan hewan langka itu guna untuk menghindari penularan virus flu H1N1 pada para panda.
Menurut kantor berita Xinhua, berdasarkan info pusat penyelamatan dan penelitian Hewan Liar Shaanxi, satu dari empat fasilitas serupa di China, berhenti merekrut sukarelawan dan membatasi pergerakan pengunjung setelah hujan salju besar, yang mengakibatkan temperatur turun dan peningkatan kasus flu babi.
Dikatakan, di China panda dipandang sebagai simbol nasional dan pusat penelitian di Shaanxi adalah rumah bagi 21 ekor panda, termasuk tiga anak harimau, serta sejumlah hewan dilindungi lainnya, menurut laporan itu.
Saat ini, orang yang dapat melihat panda dari jarak dekat adalah lima orang penjaga dan dua orang dokter hewan. “Atas pertimbangan keselamatan, mereka harus menggunakan masker dan sarung tangan sebelum memasuki rumah panda,” kata wakil kepala pusat itu Jin Xuelin.
Meski demikian, belum ada penjelasan resmi apakah memang Panda rentan terhadap penyebaran flu H1N1. “Masih belum jelas apakah panda rentan terhadap flu H1N1, namun kami perlu berhati-hati,” tambahnya.
Hingga kini menurut para ilmuwan, populasi panda di China yang berada di hutan liar tinggal dua ribu panda raksasa.(*xinhua/an/z)



